Ketulusan Mencintai Rosululloh bagi umat muslim

Minggu, 15 Januari 2012

Kedekatan hubungan para sahabat dengan nabinya menempatkan cinta mereka kepada beliau jauh lebih besar dan lebih dalam dibandingkan kecintaan orang-orang yang datang sesudah mereka.

Dalam al-Bidayah wa an-Nihayah, Ibnu Katsir menuturkan kisah seorang sahabat Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam; Zaid bin ad-Datsinah yang menjadi tawanan dan terancam dibunuh. Saat itu, sang pembesar kaum kafir Quraisy; Abu Sufyan bin Harb berkata; "Ya Zaid, maukah posisi kamu sekarang digantikan oleh Muhammad yang akan kami penggal lehernya, kemudian engkau dibebaskan kembali pada keluargamu?" Dengan yakin, Zaid menjawab; "Demi Allah, aku tidak akan rela jika saat ini Muhammad berada di rumahnya tertusuk sebuah duri, dalam keadaan aku berada di rumah bersama keluargaku". Abu Sufyan pun berkata, "Tidak pernah aku mendapatkan seseorang yang mencintai orang lain seperti cintanya para sahabat Muhammad kepada Muhammad!"

Catatan sejarah itu hanyalah salah satu bukti kedudukan agung Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dan ketulusan cinta yang ditunjukkan oleh sahabat-sahabatnya. Kedekatan hubungan para sahabat dengan nabinya menempatkan cinta mereka kepada beliau jauh lebih besar dan lebih dalam dibandingkan kecintaan orang-orang yang datang sesudah mereka.
Share on :

0 komentar:

Posting Komentar